Total Tayangan Halaman

Jumat, 25 Maret 2011

menopouse

Apakah itu Menopause?
Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita dinyatakan menopause jika satu tahun atau lebih tidak mengalami haid. Setiap wanita pasti mengalami menopause dan ini adalah kejadian alamiah yang biasanya terjadi pada usia antara 45 - 54 tahun.
Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

Menopause terjadi seiring dengan proses penuaan wanita di mana indung telur (ovarium) akan mengalami kemunduran dalam fungsinya. Salah satu fungsi utama ovarium adalah menghasilkan hormon estrogen sehingga kemunduran fungsi tersebut akan menyebabkan tubuh kekurangan hormon estrogen. Hormon estrogen sangat bermanfaat dalam menjaga berbagai organ dan bagian tubuh, mulai dari otak, jantung, kulit, syaraf, sampai tulang untuk tetap 'muda'. Kekurangan hormon ini berakibat timbulnya berbagai macam gejala, baik gejala fisik, maupun gejala emosional.
Gejala Menopause.
Berbagai macam gejala dapat timbul dari yang ringan sampai berat dan semuanya akan menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menurunkan kualitas hidup seorang wanita. Diantaranya adalah : Mudah cemas, tersinggung, dan putus asa (anxiety and depression) serta sulit tidur (insomnia), rasa panas dan kemerahan di dada, leher, dan wajah (Flushing), berkeringat banyak malam hari (sweating), kulit mukosa vagina tipis dan kering sehingga nyeri saat bersanggama dan mudah lecet (dyspareuni), tulang keropos, rapuh, dan mudah patah (osteoporosis), kulit kering dan keriput, rambut kering dan mudah rontok, Jantung berdebar-debar (palpitasi) dan dapat berkembang menjadi penyakit jantung koroner, mudah lupa yang berkembang menjadi pikun (dementia).

Pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan?
Pemeriksaan medis akan mengarah pada gejala yang timbul namun secara umum beberapa pemeriksaan yang lazim adalah:
• Keadaan fisik secara umum (rutin)
• Kesehatan kandungan (USG transvaginal)
• Swab vagina (PAP SMEAR)
• Keadaan jantung (Elektrokardiografi)
• Kekeroposan tulang (Densitometer)
• Deteksi Kanker Payudara (Mamografi)
• Laboratorium darah rutin dan kimia


Pengobatan.
Pada dasarnya pengobatan menopause yang utama adalah pemberian pengganti hormon estrogen/HRT ( Hormon Replacement Therapy). Di samping menggunakan terapi pengganti hormon, dokter juga akan memberikan obat-obatan penunjuang lain berupa kalsium, vitamin A, D, E, atau obat penghilang gejala yang lain. Selain dengan pengobatan medis, upaya lain yang dapat dilakukan seorang wanita dengan gejala-gejala menopause adalah pengaturan gizi (diet) yang seimbang dan latihan fisik yang teratur (olah raga).
Ada juga diberikan semacam fitoestrogen yaitu suatu substrat dari tumbuhan yang memiliki khasiat mirip estrogen, meskipun rumus bangun kimianya sangat berbeda dengan estrogen. Pada tanaman dikenal ada beberapa kelompok fitoestrogen yakni; isoflavon, lignan, kumestan, triterpen glikosida, dan senyawa lain yang berefek estrogenik, seperti flavones, chalconcs, diterpenoids, triterpenoids, coumarins, dan acyclics. Isoflavon banyak dijumpai pada buah-buahan, teh hijau, kacang kedelai, dan produk-produk kedelai lainnya seperti tempe, tahu, dan tauco (soy products). Lignan lebih banyak dijumpai pada biji-bijian gandum maupun wijen. Sementara kumestan banyak terdapat pada kacang-kacangan, biji bunga matahari. Sedangkan triterpen glikosida banyak terkandung pada tanaman Cimifuga racemosa (sering disebut sebagai tanaman black cohosh). Tanaman ini tumbuh di hutan-hutan Amerika Selatan dan sekarang telah diekstraksi serta dikemas menjadi produk obat untuk menopause.

Di antara kelompok fitoesterogen tersebut, penelitian menunjukkan isoflavon adalah yang terbaik. Sebagai fitoestrogen, isoflavon kedelai memiliki dua efek penting. Pertama, saat kadar estrogen tinggi, fitoestrogen bisa menghentikan bentuk estrogen yang lebih poten diproduksi oleh tubuh dan bisa membantu mencegah penyakit yang diikendarai oleh hormon, seperti kanker payudara. Kedua, saat kadar estrogen rendah, seperti pada keadaan setelah menopause, fitoestrogen bisa menggantikan estrogen tubuh itu sendiri, sehingga bisa mengurangi hot flashes dan melindungi tulang.
Apakah Keuntungan Terapi Hormon Pengganti
• Mempertahankan kualitas hidup anda menjelang, selama, dan setelah menopause
• menghilangkan gejala-gejala yang disebabkan oleh kekurangan hormon esterogen
• memberikan perlindungan jangka panjang
• tidak berpengaruh pada berat badan dan tekanan darah anda
• bukan merupakan pil KB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar